GERAKAN PRAMUKA

WOSM CIKAL (TUNAS KELAPA) UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA RACANA PA/PI KAMPUS ISLAMI

DEWAN RACANA PUTRA

Ketua (ANAS RENIWURYAAN) Kirani (MUHAMMAD AFFANDI) Juru Uang (AMIRUDDIN) Pemangku Adat (ZAENAL ABIDIN).

DEWAN RACANA PUTRI

Ketua (Herna) Kirani (Erlika Sari) Juru Uang (Kurniati) Pemangku Adat (Ana Angraeni).

Memperingati dan Merayakan Ulang Tahun Racana Pa/Pi Kampus Islami

Ulang Tahun Racana Pa/Pi Kampus Islami yang Ke-33 pada tanggal 9 November 2014.

Kebersamaan

Saat - Saat Kebersamaan dan Keceriaan Yang hadir dan Memeriahkan Ultah Racana yang ke-33.

RACANA KAMPUS ISLAMI

SETELAH KEGIATAN HARDIKNAS FOTO ANGGOTA

HARDIKNAS

FOTO BERSAMA

HARDIKNAS

FOTO BERSAMA ANGGOTA RACANA KAK SYAMSU ALAM DAN WAKIL REKTOR 1

Vrydag 23 Mei 2014

7 PATOKAN BRAINSTORMING




Saat ada permasalahan yang memerlukan solusi cemerlang atau saat kita merencanakan ide kegiatan yang menarik, teknik brainstorming sangat efektif digunakan. Namun, banyak yang kurang memahami point penting yang merupakan nilai lebih penggunaan metode brainstorming. Berikut ini 7 (tujuh) aturan pokok cara dalam brainstorming.
1  | Ide Tanpa Batas
Dalam mengumpulkan ide-ide dari kelompok, semua pendapat diterima. Tak ada yang boleh mengkritik, menyanggah atau melewatkan satu ide pun. Segila apapun ide itu, entah logis atau tidak logis, semua diterima. Jangan biarkan satu orangpun ragu untuk mengungkapkan setiap ide yang terlintas di kepala mereka. Siapa tahu solusi jitu yang dicari berawal dari sebuah ide yang dianggap aneh atau tak masuk akal.
2  | Batasi Waktu
Waktu yang terbatas akan membuat pikiran bekerja lebih keras. Batasi proses brainstorming dengan singkat, sekitar 10 sampai 20 menit. Pastikan brainstorming dimulai dan diakhiri tepat waktu. Singkatnya waktu juga penting untuk mengurangi candaan yang tidak perlu, meskipun tidak dilarang. Karena ide cemerlang kadang keluar saat kita mencari ide yang konyol untuk bercanda.
3  | CATAT
Yang tak boleh tertinggal dalam brainstorming adalah satu orang yang cukup cekatan untuk mencatat semuanya. Semua usulan yang masuk wajib dicatat. Lebih baik jika catatan dibuat dengan model “mind maping” sehingga pada akhirnya mudah di riview dan diambil kesimpulan. Jangan ragu untuk mencatat dengan alat yang paling kamu anggap efektif. Misalnya white board, lembaran kertas kecil, notebook, atau bahkan merekamnya.
4  | Utamakan Kuantitas, Bukan Kualitas
Tujuan utama brainstorming adalah mencari ide sebanyak mungkin. Jangan berhenti sejenak untuk melihat dan menilai ide-ide yang telah terkumpul. Prinspnya, semakin banyak ide yang masuk, semakin besar kemungkinan salah satu dari ide-ide itu adalah solusi yang paling cemerlang.
5  | Gunakan Kedua Belah Otak
Orang yang sedang berpikir serius biasanya hanya menggunaka otak kiri. Di sisi lain, ide kreatif memerlukan otak kanan kita. Itulah pentingnya tak ada larangan untuk bercanda, asal porsinya tak terlalu banyak. Cara mencatat ide yang terkumpul dengan pena berwarna dan format menarik juga merangsang kerja otak kanan kita.
6  | Have Fun
Sangat penting membuat suasana saat brainstorming tetap menyenangkan. Makanya seorang pemimpin diskusi harus mampu mengawali diskusi dengan sesuatu yang membuat suasana menyenangkan.
7  | Sekali lagi, JANGAN TERLEWATKAN
Seaneh apapun ide itu, sekalipun seperti tak ada hubungannya dengan masalah yang dibahas, jika memang terlintas di pikiran jangan sampai tidak disampaikan. Keragu-raguan untuk mengungkapkan ide yang terlintas akan beresiko membuat ide bagus terlewatkan.
Secara umum, prinsip brainstorming seperti memilih mangga terbaik. Semakin banyak mangga dihadapan kita, semakin besar kemungkinan kita menemukan mangga dengan kualitas terbaik. Group problem solving atau menyelesaikan masalah bersama-sama akan sangat efektis jika kita memperhatikan 7 aturan brainstorming di atas.
Cara Melakukan Brainstorming
  • Usahakan peserta jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, sekitar 10 – 15 orang cukup ideal.
  • Pilih 1 orang sebagai pimpinan dan 1 orang sebagai notulis, dua orang tersebut fokus pada tugasnya dan tidak boleh ikut berpendapat.
  • Pimpinan memulai rapat dengan menjelaskan pokok permasalahan, lalu semua diberi waktu sejenak (2 menit) untuk berpikir.
  • Pengambilan pendapat dilakukan berurutan berputar. Tidak bolah ada peserta yang bicara bertele-tele atau menyanggah pendapat lain. Jika pada gilirannya belum bisa berpendapat, maka bisa mengucapkan “pass” dan berlanjut ke giliran orang berikutnya.
  • Jika ingin melengkapi pendapat yang sudah ada, bisa mengatakan “saya mau menambahi pendapat…” Tidak masalah jika ada dua pendapat yang sama.
  • Setelah semua peserta menyatakan “pass” selama 2 atau 3 putaran, berarti tidak ada pendapat lagi dan brainstorming selesai. Notulis mereview semua masukan, jika ada yang sama di coret salah satu.

PANDUAN PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Mengapa sebuah kegiatan harus dilaksanakan?
Sebuah kegiatan harus memiliki alasan (term of reference) yang mendasari kenapa harus diadakan. Alasan itu bisa dikelompokkan menjadi:
  1. Maksud dan tujuan kegiatan
  2. Sasaran kegiatan
  3. Dasar penyelenggaraan
  4. Latar belakang pemikiran (Term of reference).
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan kegiatan antara lain:
Jenis Kegiatan
Dalam Pramuka, ada bermacam-macam jenis kegiatan, seperti perkemahan (camping), gladian (training), pengembaraan (adventuring), kursus, pendakian (mountaineering), DIKLATSAR, dll. Penentuan jenis kegiatan ini akan membedakan bagaimana pengorganisasian pelaksanaan kegiatan dilakukan.
5 W 1 H
Kalau why (mengapa) dan what (apa) sudah ditentukan di atas, maka perlu juga ditentukan when (kapan), where (dimana) dan how (bagaimana) kegiatan tersebut akan dilaksakan.
Pembiayaan
Yang perlu dipikirkan adalah sumber pembiayaan dan pemakaian biaya. Sumber dana biasanya diperoleh dari fee yang dibayarkan peserta, anggaran dana dari satuan/ gugus depan, dari usaha mandiri atau donatur. Pengeluaran hendaknya direncanakan dan dikelola agar efisien. Juga perlu diperhatikan agar setiap pemakaian anggaran biaya, ada bukti tertulis yang dapat ditunjukkan dan dipertanggung jawabkan.
Sumber Daya Manusia
Dalam kegiatan Pramuka sebaiknya dipilih orang-orang yang bertanggung jawab, ikhlas dan mau bekerja, tahu dan paham tugasnya serta utamakan yang berjiwa PRAMUKA. Perlu juga meminta bantuan dari pihak lain yang memiliki kemampuan khusus yang kita tak memiliki SDM nya. Misalnya kegiatan pendakian atau latihan SRT, maka bisa bekerja sama dengan organisasi pecinta alam atau SAR.
Suasana
Pada persiapan dan pelaksanaan kegiatan perlu diciptakan suasana yang baik, harmonis dan mantap antara:
  1. Tim pelaksana dengan yang memberi mandat
  2. Sesama anggota tim pelaksana
  3. Pendukung/ penunjang dengan pelaksana kegiatan
  4. Pihak yang diajak kerja sama
  5. Peserta dengan pelaksana (panitia)
  6. Pembina pendamping dengan pelaksana
Perlengkapan
Dibedakan menjadi perlengkapan umum dan khusus. Perlengkapan umum disediakan oleh seksi/ bidang perlengkapan. Sedangkan yang khusus disediakan oleh bidang yang mengusi seperti untuk keamanan, pertolongan pertama, sekretariat, dan sebagainya.
Tim Pelaksana

Tim pelaksana sebaiknya dibentuk dua badan:
  1. Tim pelaksana kegiatan, Organizing Committee (OC), dan
  2. Tim pengarah kegiatan, Steering Committee (SC).
Time Schedule

Setiap penyelenggaraan kegiatan harus dibuat time schedulenya sejak persiapan hingga kegiatan selesai dengan tuntas. Untuk lebih mudahnya, dikelompokkan menjadi 3 tahap.
Tahap Persiapan
  • Pengonsepan kegiatan
  • Pembentukan tim pelaksana/ panitia
  • Penyusunan proposal kegiatan
  • Urusan surat menyurat dan undangan
  • Pembuatan keperluan sekretariat dan administrasi
  • Publikasi
  • Pendaftaran calon peserta
  • Study kelayakan atau survey bila diperlukan
  • Usaha dana
  • Pengadaan perlengkapan
  • Pemantapan panitia dengan gladi bersih, simulasi atau pelatihan
Tahap Pelaksanaan
  • Temu teknis (technical meeting)
  • Pelaksanaan
  • Evaluasi selama kegiatan (controlling)
  • Perlengkapan
  • Konsumsi
  • Transportasi
  • Dan sebagainya
Tahap Akhir
  • Ucapan teriima kasih kepada pihak yang membantu
  • Pemberian tanda penghargaan untuk pelaksana dan peserta
  • Pengembalian alat yang dipinjam
  • Evaluasi
  • Penyusunan laporan
  • Penyerahan laporan pertanggung jawaban
  • Pembubaran Panitia
Time schedule sebaiknya dibuat dengan matrikulasi agar mudah dibaca.

ANALISIS SWOT

Analisis SWOT



Salah satu kunci keberhasilan suatu kegiatan ada di aktifitas paling awal, yaitu perencanaan. Dalam merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, misalnya dengan brainstorming, seringkali muncul lebih daru satu ide yang harus kita pilih salah satu saja. Metode paling populer untuk mengambil pilihan adalah SWOT.
DEFINISI SWOT
SWOT adalah akronim dari,
S – Strengths
W – Weaknesses
O – Opportunities
T – Threats
MATRIKS SWOT
Untuk lebih memudahkan memahami penggunaan analisis SWOT, kita membentuk sebuah matriks 2 x 2 yang tersusun atas masing-masing komponen SWOT.
Apapun yang direncanakan, selalu membuat daftar untuk matriks di atas.
Langkah 1
Dari semua ide yang ada, buat daftar semua kelebihan (strength) dari ide-ide tersebut. Kalau sudah selesai, diikuti membuat daftar kelemahan (weakness) tiap ide. Berusahalah seobjektif mungkin dan jangan memandang ide itu dari siapa atau efek buruknya di kemudian hari.

Langkah 2
Setelah selesai proses pertama, buat daftar kemungkinan peluang baik dari tiap pilihan (opportunity). Lalu ikuti dengan membuat daftar ancaman (threat) yang menjadi kelemahan ide tersebut di masa depan.

Langkah 3
Kini ke empat komponen matriks telah terisi. Review masing-masing pilihan dan putuskan ‘action plan” dari tiap ide. Akhirnya akan ditentukan ide mana yang paling besar kelebihannya dan paling minimal kerugiannya. Sekaligus mana yang mungkin dan tak mungkin dilakukan.

Ringkasnya,
Strength perlu dikelola, dibangun dan digali lebih jauh.
Weakness perlu dicari cara mengatasi dan menghentikannya.
Opportunity perlu diprioritaskan dan dioptimalkan.
Threat perlu dilawan dan diminimalkan.

Contoh Analisis SWOT
Dewan Ambalan akan mengadakan perkemahan akhir tahun yang diikuti oleh 900 peserta. Ada dua pilihan tempat, yakni di Bumi Perkemahan Kepurun, Klaten dengan di Bumi Perkemahan Kemuning, Ngargoyoso.
Strenghts

Kepurun:
  • Tempat dekat, menghemat biaya transportasi
  • Biaya sewa buper lebih murah
  • Fasilitas lengkap dengan aula, masjid, kamar mandi, dapur, ruang makan dan 4 motel.
  • Sudah cukup mengenal daerah sekitar kepurun.
Kemuning:
  • Tempat indah, menarik dekat dengan daerah wisata kebun teh dan candi.
  • Ada arena outbond yang lumayan lengkap.
  • Suasana pegunungan dan alam terbuka lebih menantang dan mengasyikkan.
Weaknesses
Kepurun:
  • Lokasi kurang menantang karena dekat rumah penduduk
  • Kalau musim panas agak gersang dan tidak nyaman
Kemuning
  • Jarak terlalu jauh, boros biaya transportasi.
  • Belum begitu mengenal daerah sekitar bumi perkemahan.
  • Biaya sewa lebih mahal.
Oppotunities
Kepurun
  • Lebih mudah bagi sangga kerja untuk melaksanakan setiap kegiatan.
  • Lokasi yang dekat dengan perumahan penduduk
Kemuning
  • Peserta akan merasakan suasana kemah yang sebenarnya.
  • Ada pilihan kegiatan wisata yang menjadi nilai lebih.
Threats
Kepurun:
  • Udara yang panas akan menguras stamina peserta.
  • Ada kemungkinan gangguan keamanan dari pemuda yang nakal karena lokasi dekat rumah penduduk.
  • Peserta akan mudah bosan karena lokasi yang kurang menantang.
Kemuning:
  • Bagi peserta yang punya penyakit khusus tidak tahan hawa dingin malam hari di pegunungan.
Action Plan yang perlu dilakukan
Strength, lebih memilih lokasi di bumi perkemahan kemuning karena lokasi yang dipegunungan dan lebih menantang jika untuk kegiatan perkemahan penegak.
Weakness, perhitungan biaya perlu diperhatikan, apakah biaya yang lebih mahal di kemuning tidak memberatkan peserta dan panitia.
Opportunity, akan lebih mudah menentukan lokasi kegiatan di Kepurun karena sudah menguasai daerah sekitarnya. Lokasi di sekitar Kemuning lebih menyenangkan karena banyak area wisata dan out bond.
Threath, harus mencari alternatif kegiatan yang pas agar peserta tidak terkuras staminanya dan tidak bosan. Sementara untuk pilhan Kemuning, perlu melihat berapa jumlah peserta yang tidak kuat dinginnya hawa pegunungan.
Dari action plan di atas, kita akan bisa menentukan mana lokasi yang dipilih, mana yang lebih memungkinkan kegiatan akan terlaksana dan disetujui pihak sekolah. Jika weakness dan threath bisa diatasi, strength dan opportunity mana yang lebih baik.
Kesimpulan
Dengan analisis SWOT, mengambil keputusan dan langkah berikutnya menjadi lebih sederhana. SWOT juga bisa digunakan saat harus memilih satu pilihan dari banyak ide. Analisis SWOT juga merupakan langkah yang diambil setelah melakukan brainstorming dan mengkerucutkan ide-ide yang masuk..

CARA MENGGUNAKAN KOMPAS

Cara Menggunakan Kompas


Kompas adalah alat yang berfungsi untuk menunjukkan arah mata angin. Dan bagi para petualang, haruslah mengetahui dengan benar tentang kompas dan kinerjanya. Bahwasannya, dengan mengetahui dan bisa membaca peta dengan arah kompas, maka kemungkinan akan tersesat menjadi semakin kecil. Penting sebenarnya bagi penggiat alam bebas, tetapi banyak yang belum menggunakannya.

Bagian – bagian penting dari Kompas :

  1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata angin.
  2. Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
  3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
  4. Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
  5. Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45o yang dapat diputar.
  6. Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas saat membidik.

Cara Mempergunakan Kompas :

  • Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut dan menunjukkan ARAH UTARA MAGNET
  • Bidik sasaran melalui Visir, melalui celah pada, kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira – kira bersudut 50o dengan kaca dial. Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai :a. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran.b. Mengintai derajat Kompas pada Dial.
  • Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar.
  • Apabila sasaran bidik 30o maka bidiklah ke arah 30o. Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur 30o. Carilah sebuah benda yang menonjol / tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30o tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita Melambung ( keluar dari route ) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30 derajat.
  • Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik ( Back Azimuth atau Back Reading ) agar kita dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perjalanan.

Cara melihat Kompas dan membidik sasaran

Rumus Back Azimuth / Back Reading
1. Apabila sasaran kurang dari 180 derajat = ditambah 180 derajat
0 derajat – 180 derajat = X + 180 derajat
2. Apabila sasaran lebih dari 180 derajat = dikurang 180 derajat
180 derajat – 360 derajat = X – 180 derajat
Contoh :
30 derajat sasaran baliknya adalah 30 derajat + 180 derajat = 210 derajat
240 derajat sasaran baliknya adalah 240 derajat – 180 derajat = 60 derajat
Mata Angin
U = Utara : 0° atau 360°
TL = Timur Laut : 45°
T = Timur : 90°
TG = Tenggara : 135°
S = Selatan : 180°
BD = Barat Daya : 225°
B = Barat : 270°
BL = Barat laut : 315°

MENENTUKAN ARAH MATA ANGIN

Menentukan arah mata angin ( Utara Magnet ) dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan tanpa menggunakan kompas, antara lain :
1. Makam / kuburan orang Islam.
2. Tempat ibadah ( Masjid / Musholah ).
3. Terbitnya matahari / bulan.
4. Lumut pada pohon. ( sebelah kiri dan kanan batang pohon )
5. Pucuk / ujung daun pada pohon.
6. Silet.
7. dll.

Sumber:

Saterdag 10 Mei 2014

Memperingati Hari Pendidikan Nasional

2 mei.. tanggal yang  selalu di peringati, oleh civitas akademik, baik dari TK, SD,SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pelaksanaan HarDikNas, di Universitas Muslim Indonesia Iyalah UKM PRAMUKA (RACANA Pa/Pi KAMPUS ISLAMI). dimana kami melaksanakannya di lapangan Upacara kampus II Universitas Muslim Indonesia, yang biasa di gunakan sebagai tempat parkir kendaraan.

Kami melaksanakan Upacara Dengan Bekal Latihan hanya 2 hari, itupun tidak kondusif.. tapi karena kami Putra-Putri  Prajamuda Karana maka Kami Selalu Siap dengan segala kondisi dan tantangan yang datang.

kami membagi tugas sesuai dengan persyaratan Upacara, dimana :
Pembina Upacara yaitu Prof. Dr. H. Syahnur Said, MSi (WR1)
 
Pemimpin Upacara yaitu Erlika Sari

Pengibar Bendera yaitu 1. Syarif Saputra (kiri)
                                       2. Ana Angraeni (tengah)
                                       3. Muhammad Afandi ( Kanan)

Ajudan Pembina Upacara yaitu Muhammad Jamal
Pembawa teks Pancasila yaitu Zulham Reniwuryaan


Protokol yaitu Kartini
Pembaca Undang-Undang Dasar Tahun 1945 yaitu Amiruddin
Pembaca Doa yaitu Fitri
Dirigen yaitu Agriana Safitri
Paduan Suara yaitu : 1. Risti Aristianti
                                  2. Herna
                                  3. Nurul Hasma
                                  4. Munawara
                                  5. Misjumiati
                                  6. Kurniati
                                  7.Sukma


Pemimpin Barisan yaitu 1. Anas Reniwuryaan (Pemimpin Paling Kanan)
                                        2. Abdul Rifay


dimana pesertanya adalah seluruh Pimpinan Fakultas, Staf Fakultas, Dosen dan Petugas Ibnu Sina.


dimana, setelah kegiatan, kami melakukan foto bersama



Maandag 07 April 2014





Woensdag 31 Julie 2013

Pengkaderan Pa-Pi Racana Umi Angkatan Pertama